Daftar Blog Saya

Selasa, 28 Mei 2019

Data jumlah penduduk desa pematang gadung






Sejarah Desa Pematang Gadung

Sejarah Desa Pematang Gadung


Konon Pada tahun 1940 han di jaman hindia belanda yang di kenal dengan nama lainya jaman lanun , sebelumnya desa sungai nanjung telah terkena wabah penyakit kusta dijaman kepemimpinan PAK ANIS RA’I  selaku kepala desa sungai nanjung , penyakit ini sangat berbahaya bagi penderita dan lingkungan di sekitarnya dikernakan tinkat penjangkitan (penularan) sangat cepat sehingga perlu di adakan tempat khusus untuk sipenderitanya.

Di jaman dahulu minim nya tingkat pengobatan secara medis membuat para tabip (dukun kampung) kewalahan dalam melaksanakan pengobatan dan harus bisa membatasi ruang jangkit agar tidak terlalu luas sehingga penyakit tersebut tidak merambat kepada masyarakat lain nya, untuk menghindari penyebaran penjangkitan itu  ada beberapa langkah yang harus  dilakukan, usul KI ANOR SA’I selaku tabip (dukun kampung) yaitu dengan cara pengasingan namun begitu pengobatan akan terus berjalan,,pendapat KI ANOR SA’I selaku tabip (dukun kampung)

Berselang setahun kemudian tahun 1941  ditugas kanlah UJ,sahrin selaku kebayan (dusun) sungai nanjung untuk merintis atau membuat tempat pengasingan yang akan dihuni si penderita penyakit kusta di bantu KI ANOR SA’I dan PAK MANANG saudara ki anor sa’i sebagai tabip (dukun kampung) di jaman jepang yang dikenal dengan nama lain jaman epon
Seiring waktu berjalan berdirilah tempat permungkiman atau tempat pengasingan penyakit tersebut, yang disekitarnya itu dikelilingi hutan rawa namum terdapat pula suatu pematang (dataran tinggi) yang di penuhi hamparan umbi gadung

Beberapa tahun berselang disamping pengobatan dan penampungan penyakit yang di lakukan oleh rombongan UJ,SAHRIN . KI,ANOR SA’I dan PAK,MANANG beserta yang lain beliu melihat suatu potensi ekonomi pertanian bagus di permungkiman tersebut  jikalau di bandingkan dengan desa sungai nanjung Meski demikian masyarakak belum juga sepenuhnya bisa menikmati kekayaan alam  yang sudah ada menantinya sejak lama, di kernakan maraknya masa-masa penjajahan dijaman itu banyak masyarakat yang masih trauma akan rampasan yang dilakukan oleh penjajah. Namun demikian masyarakat sungai nanjung pun banyak yang sudah mengetahui tentang potensi tempat tersebut dan ingin melakukan kegiatan tanam padi di tempat itu. Setelah memdapat berita hembusan angin segar tentang akan adanya penyampain kemardekaan yang akan di sampaikan pemerintahan RI melalui pejuangnya masyarakatpun sudah mulai melakukan pergerakan peralihan tempat bercocok tanam padi kepermungkiman baru yang di bentuk UJ,SAHRIN beserta kawan-kawanya.

Berselang beberapa bulan kemudian terjadi kejadian yang mengukir sejarah yaitu penangkapan pejuan RI yaitu pahlawan RAHADI OSMAN di tahun 1945 yang dilakukan oleh tentara jepang beserta antek-anteknya di sungai besar suasana pun kembali mencekam masyarakat pun di hebohkan oleh kejadian tersebut
Namun  permungkiman baru masih terus berjalan menuju langkah perkampungan yang akhirnya kampung tersebut di beri nama berdasarkan ke adaan tempat,berdasarkan hamparan atau pematang  yang bakal di jadikan tempat permungkimam yang besar tempat itu di penuhi oleh tumbuhan umbi gadung maka dari situlah lahirnya sebuah nama kampung yang  bernama PEMATANG GADUNG  di saat itu tempat ini belum di resmikan sebagai tempat perkampungan jadi masih di kenal dengan nama tempat pematang gadung,sedangkan nama tersebut  mempunyai makna yaitu:
Pematang ialah suatu dataran tinggi yang berbentuk hamparan yang sekarang digunakan untuk perumahan sedangkan gadung itu di ambil dari nama tumbuhan tersebut yang berada di dalam  hamparan pematang itu sendiri maka dari situlah nama pematang gadung itu di abadikan
Setelah ditetapkan sebuah nama tempat pematang gadung maka juga ditetapkanlah se orang kepemimpinanan untuk dijadikan panutan atau pemimpin yang sudah di setujui masyarakat setempat yaitu UJ,SAHRIN selaku pimpinan tempat tersebut di tahun1947 tapi belum secara depinitip di jaman pemerintahan revolusi pimpinan SOEKARNO
Dari situlah di mulai kegiatan bercocok taman padi oleh masyarakat  di kepemimpinana UJ,SAHRIN diceritakan dalam mengolah hasil tanaman padi tersebut masyarakat sangat kesulitan dalam penjemuran  padi di kernakan ada pohon yang besar yang  dinamai pohon PELAIK  yang menaungi permungkiman tersebut,dan aktipitas penjemuran dilakukan di pesaguan kiri namun tidak berselang lama pohon tersebut telah dimusnahkan oleh KI ANOR SA’I selaku tabip ( dukun kampung) agar bisa melakukan penjemuran padi di pematang gadung
Pada tahun 1950 Pematang Gadung berencana menjadi tempat perkampungan yang di pimpin oleh kepala kampung selaku pejabat kampug itu selama priode yang berlaku dijaman kepemerintahan SOEKARNO yaitu 8 tahun dan akan dipilih kembali setelah masa jabatan itu selesai, dan ditetapkanlah KARIYA selaku Kepala Kampung di tahun 1951 namun belum secara depinitip akan tetapi pungsi dan tugasnya sama dengan kepala desa Empat tahun berselang kepemimpinan KARIYA Di Berhentikan dengan kasus pembagian kain yang tidak tepat dan di angkat keranah hukum di jaman itu yang ber akibat pemberhentian total dan dilanjutkan KEPELI selaku pejabat PJ untuk 1 Priode masa jabatan
Dijaman Tahun 1959 berganti lagi jabatan kepala kampung secara depinitip kepada HERMAN dan di dampingi oleh SULAIMAN selaku sekretaris kepala kampung di Era kepemerintahan SOEHARTO selaku presiden Namun ke Depinitipan kampung belum begitu sempurna secara legal beberapa tahun berselang jaman Revolusi beralih ke jaman Ordebaru yang di perkirakan tahun 1966 di kepemerintahan SOEHARTO selaku presiden berbagai peraturan pun mulai ditingkat kan yang di tujukan kepada kampung setiap wilayah dalam membenahi kekuasan dalam tingkat kampung di antaranya organisasi kepemerintahan dan administrasi wilayah masih di kepemimpinan HERMAN pada tahun 1981 lahirlah selembar SK wilayah admistrasi NO 69 Tahun 1981 Oleh Bupati Ketapang yang kini di peruntukan diwilayah administrasi kampung di dalam wilayah Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Untuk mengetahui batas kekuasaan administrasi kampung disitu di jelaskan berdasarkan batas alam yang sudah di ketahui masing-masing pihak yang ber batasan agar bisa melengkapi legalitas ke depinitipan kampung tersebut,PAK HERMAN menjabat selama 32 Tahun beralih Lagi kepemimpinan kepada ISMAIL Di Tahun 1991 Masa jabatan pun masih sama yaitu 8 tahun sepriode tetapi beliu masih melanjutkan jabatan satu tahun untuk terlaksananya pemilihan baru jadi beliu menjabat selama 9 tahun Di masa jabatan beliu beliu telah berhasil dalam membangun imprastruktur yaitu pengaspalan Jl,Raya Desa Pematang Gadung meskipun belum sepenuh nya terbangun tetapi masyarakat merasa bangga atas kepemerintahan beliu sejaman itu Terus berpindah lagi kepemimpinan yang baru yaitu jaman kepemimpinan UJ,SAMSI di Tahun 2000 yang di kenal dalam kalangan masyarakatn Tahun MELENIUM beliu menjabat selama 1 priode cuman ada perbedaan antar priode yang dulu dengan priode sejaman nya UJ,SAMSI  karna sudah ada pengurangan selama 2 tahun tinggal menjadi 5 tahun dalam 1 priode



lahan terbuka